Interaksi Aktor dalam Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Authors

  • Bambang Sumarsono
  • Mohammad Fajar Hidayat Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.53686/jp.v11i2.107

Keywords:

PLP2B

Abstract

ABSTRAK

Perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (PLP2B) saat ini menjadi suatu keharusan untuk menjaga ketahanan
pangan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi dan menginventarisasi proses PLP2B, 2) menjelaskan
peran dan interaksi aktor PLP2B, dan 3) menjelaskan tata kelola pelaksanaan kebijakan PLP2B di Kabupaten Hulu Sungai
Selatan tahun 2019 agar dapat menjamin keberlanjutan pertanian. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif
dengan pendekatan trend prediksi dan dibantu dengan focus group discussion. Untuk memperoleh data dilakukan dengan
observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian pelaksanaan PLP2B di Kabupaten Hulu Sungai Selatan masih
sebatas tahap persiapan, tahap inventarisasi dan identifikasi data, dan expose hasil pengolahan data. Tata Kelola PLP2B
di Kabupaten Hulu Sungai Selatan mulai dari perencanaan, perlindungan dan pemberdayaan, serta peran masyarakat yang
masih kurang optimal disebabkan karena tidak ada tim khusus untuk PLP2B, pemerintah belum melakukan sosialisasi ke
masyarakat secara menyeluruh, dan pemerintah daerah belum membuat peraturan daerah khusus mengenai PLP2B.

Kata kunci: lumbung padi, PLP2B, tata kelola

 

ABSTRACT

Sustainable food agricultural land protection (PLP2B) is now a must in maintaining food security in Indonesia. This paper aims
to look from the point of view of the implementation of PLP2B in Hulu Sungai Selatan Regency which has agricultural potential
in terms of subject and object. This research aims to 1) identify and inventory the PLP2B process, 2) explain the roles and
interactions of PLP2B actors, and 3) explain the governance of the implementation of PLP2B policies in Hulu Sungai Selatan
Regency in 2019 in order to ensure agricultural sustainability. The method used in this study was a descriptive qualitative
method with a prediction trend approach and was assisted by focus group discussion. Obtaining data was done by observation,
interview, and document study. The results of research on the implementation of PLP2B in Hulu Sungai Selatan Regency are
still limited to the preparation stage, the data inventory and identification stage, and the exposure of data processing results.
The governance of PLP2B in Hulu Sungai Selatan Regency starts from planning, protection and empowerment, and the lessoptimL of community participation due to the absence of PLPB special team for PLP2B, the government has not completely
socialized yet to the community, and the local government has not made yet a special regulation regarding PLP2B.

Keywords: rice barn, PLP2B, governance

References

Afiyanti, Y. (2008). Focus group discussion (diskusi

kelompok terfokus) sebagai metode

pengumpulan data penelitian kualitatif.

Jurnal Keperawatan Indonesia, Vol. 12,

No. 1, hal 58-62.

Agus, F. & Irawan. (2004). Alih Guna dan Aspek

Lingkungan Lahan Sawah. Bogor: Pusat

Penelitian dan Pengembangan Tanah dan

Agroklimat.

Aminah, S. (2014). Kuasa negara pada ranah politik

lokal. Jakarta: Kencana.

Bappenas. (2014). Analisis Rumah Tangga, Lahan,

dan Usaha Pertanian di Indonesia: Sensus

Pertanian 2013. Badan Perencanaan

Pembangunan Nasional.

Creswell, J.W. (2010). Research design: Pendekatan

kualitatif, kuantitatif, dan mixed.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.

(2013). Kajian Hasil Inventarisasi PLP2B

Kab. Majalengka, Purbalingga, Gunung

Kidul, Madiun, Gowa, Aceh Tamiang,

Ngawi, dan Donggala. Jakarta: Sub

Direktorat Basis Data Lahan, Direktorat

Perluasan dan Pengelolaan Lahan.

AL Fais. (2016). Interaksi Aktor dalam implementasi

kebijakan alokasi dana desa (studi kasus

Desa Gemarang Kecamatan Gemarang

Kabupaten Madiun). Skripsi pada

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.

Surabaya.

Irawan, B. (2005). Konversi lahan sawah: potensi

dampak, pola pemanfaatannya, dan

faktor determinan. Pusat Penelitian dan

Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian.

Forum penelitian agro ekonomi. Vol. 23,

No 1, p. 1-18.

Kantor Pertanahan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

(2019). Laporan Inventarisasi Lahan

Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B)

Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.

(2015). Evaluasi Implementasi Kebijakan

Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

(PLP2B). Jakarta: Direktorat Pangan dan

Pertanian, Bappenas.

Kusumanegara, S. 2010. Model dan Aktor dalam

Proses Kebijakan Publik. Yogyakarta:

Gava Media.

Luthfi, A.N., & Saluang, S. (2015) Masa Depan Anak

Muda Pertanian di Tengah Liberalisasi

Pertanahan. Jurnal Bhumi. Vol.1, No. 1,

hlm. 46-58.

Madani, M. (2011). Dimensi interaksi aktor dalam

proses perumusan kebijakan publik.

Yogyakarta: Graha Ilmu.

Mulyani, A., Kuncoro, A., Nursyamsi, D., & Agus, F.

(2016). Analisis Konversi Lahan Sawah:

Penggunaan Data Spasial Resolusi Tinggi

Memperlihatkan Laju Konversi yang

Mengkhawatirkan. Jurnal Tanah dan Iklim.

Vol. 40, No. 2, hlm. 121-133.

Nazir, M. 1988. Metode Penelitian Cetakan Ketiga.

Bogor: Ghalia Indonesia.

Pasandaran, E. (2006). Alternatif Kebijakan

Pengendalian Konversi Lahan Sawah

Beririgasi di Indonesia. Agricultural

Research And Development Journal.

(49): 123-129.

Peraturan Daerah Kalimantan Selatan Nomor 2

Tahun 2014 Tentang Perlindungan Lahan

Pertanian Tanaman Pangan Berkelanjutan.

Pinuji, S. (2020). Perubahan Iklim, Pengelolaan

Lahan Berkelanjutan Dan Tata Kelola

Lahan Yang Bertanggung Jawab. Jurnal

Bhumi. Vol.6, No. 2, hlm. 188-199.

Pujiriyani, D.W., Suharyono, S., Hayat, I., & Azzahra,

F. (2016). Sampai Kapan Pemuda Bertahan

Di Pedesaan? Kepemilikan Lahan Dan

Pilihan Pemuda Untuk Menjadi Petani.

Jurnal Bhumi. Vol.2, No. 2, hlm. 209-225.

Pujiriyani, D.W. (2014). Dari Community Participation

Ke Stakeholders Participation: Menemukan

Perspektif Baru Dalam Pengembangan

Masyarakat. Jurnal Bhumi. No. 39 Tahun

, hlm. 487-490.

Rustiadi, E., & Reti, W. (2008). Urgensi Lahan

Pertanian pangan Abadi dalam Perspektif

Ketahanan Pangan, dalam Arsyad,S dan

E. Rustiadi (Ed), Penyelamatan tanah,

Air dan Lingkungan. Crestpent Press dan

Yayasan Obor Indonesia .p 61-86.

Sakti, M.A., Sunarminto, B.H., Maas A., Indradewa,

D., & Kertonegoro, B.D. (2013). Kajian

Pemetaan Lahan Pertanian Pangan

Berkelanjutan (PLP2B) di Kabupaten

Purworejo, (Mapping of Food Agricultural

Land Sustainability (LP2B) in Purworejo

District), Jurnal Ilmu Tanah dan

Agroklimatologi, 10(1): 55-69.

Sabiham, S. (2008). Manajemen Sumberdaya Lahan

dan Usaha Pertanian Berkelanjutan,

dalam Arsyad,S dan E. Rustiadi (Ed),

Penyelamatan tanah, Air dan Lingkungan.

Crestpent Press dan Yayasan Obor

Indonesia .p.3-16.

Stewart, D. W., & Shamdasani, P. N. (1998). Focus

group research: Exploration and discovery.

In L. Bickman & D. J. Rog (Eds.), Handbook

of applied social research methods (p.

–526). Sage Publications, Inc.

Sudirman, S. (2016). Computer Assisted Mapping

(CAM) Potensi Lahan Pertanian Pangan

Berkelanjutan Guna Mendukung

Perlindungannya. Jurnal Bhumi. Vol. 2, No.

, hlm. 65-83.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif,

Kualitatif dan r&d. Bandung: Alfabeta.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor

tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor

Tahun 2009 tentang Perlindungan

Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Widodo, J. (2001), Good Governance; Telaah Dari

Dimensi Akuntabilitas, Kontrol Birokrasi

Pada Era Desentralisasi Dan Otonomi

Daerah, Surabaya: Insan Cendekia.

Wiradi, G. (2009). Metodologi studi agraria: Karya

terpilih Gunawan Wiradi, Shohibuddin

(penyunting) 2009. Bogor: Sajogyo

Institute.

Yunus, H. S. (2010). Metodologi Penelitian Wilayah

Kontemporer. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2021-11-29

How to Cite

Sumarsono, B., & Fajar Hidayat, M. (2021). Interaksi Aktor dalam Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jurnal Pertanahan, 11(2). https://doi.org/10.53686/jp.v11i2.107