Landasan Pengelolaan Pertanahan dalam Sistem Penataan Agraria Berkelanjutan

Authors

  • Andi Tenrisau Direktorat Jenderal Penataan Agraria

DOI:

https://doi.org/10.53686/jp.v11i2.109

Keywords:

penataan agraria, penggunaan tanah, pembangunan berkelanjutan

Abstract

ABSTRAK
Tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals - SDGs) disepakati bersama menjadi tujuan (global)
untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan. Penelitian ini mengkaji landasan
pengelolaan pertanahan berkelanjutan yang diterjemahkan dalam satu sistem yang dinamakan sistem penataan agraria
berkelanjutan (SPAB). SPAB dimaksudkan untuk mewujudkan catur tertib pertanahan yaitu tertib hukum pertanahan,
tertib administrasi pertanahan, tertib penggunaan tanah dan tertib pemeliharaan tanah dan lingkungan, sehingga dapat
mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan nonempiris (desk/secondary research) melalui pengumpulan, pemeriksaan, serta analisis data dan informasi yang menggunakan
data sekunder, berupa dokumen-dokumen internasional, peraturan perundang-undangan yang terkait, dan studi pustaka
(literature review). Gagasan SPAB diharapkan dapat memberikan arahan dalam pengaturan dan penataan pertanahan
(agraria) agar tepat sasaran dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. SPAB dibangun dengan mengadopsi paradigma
pengelolaan pertanahan yang meliputi kebijakan pertanahan, administrasi pertanahan dan infrastruktur pertanahan, dimana
fungsi administrasi pertanahan (land tenure, land value, land use, dan land development) sebagai landasan utamanya. SPAB
menerjemahkan paradigma tersebut menjadi skema (pendekatan) siklus yang meliputi input, pelaksanaan (penataan aset,
penataan penggunaan tanah, dan penataan akses), dan output, serta umpan balik (feedback).

Kata kunci : penataan agraria, penggunaan tanah, pembangunan berkelanjutan


ABSTRACT
Sustainable development goals (SDGs) are mutually agreed to be a (global) goal for officially improving the economic welfare
of the community. This research conducts a study on premises of sustainable land management which is translated into a
system called sustainable agrarian management system (SPAB). SPAB is aimed to create orderly land affair in land law, land
administration, land use, and land management and environmental preservation to actualize sustainable natural resource
management. The method used in this research is a non-empirical approach (desk/secondary research) through data and
information collection, examination and analysis of data and information using secondary data, in the from of international
documents, related laws and regulations, and (literature review). SPAB is expected to provide recommendation in the
regulation and land (agrarian) arrangement, so that the implementation falls right on target and gives additional value for the
community. SPAB is built by adopting the land management paradigm (LMP) including land policy, land administration and land
infrastructure, in which the core function of land administration (land tenure, land value, land use, and land development) acts
as the main basis. SPAB translates this paradigm into a cycle scheme (approachment) which includes input, implementation
(asset, land use, and access management), output, and feedback.

Keywords : agrarian management, land use, sustainable development

References

Bappenas. SDG Dashboard. Diperoleh pada 27

Sep 2021 dari http://sdgs.bappenas.go.id/

dashboard.

Bennett, R.,Wallace, J., & Williamson, I.P. (2008).

A toolbox for mapping and managing

new interests over land. Survey

Review, 40(307), 43-53. https://doi.

org/10.1179/003962608X253475.

Enemark, S. (2004). Building Land Information

Policies. Proceedings of Special Forum

on Building Land Information Policies in

the Americas. Aguascalientes, Mexico: 26-

October 2004. http://www.fig.net/pub/

mexico/papers_eng/ts2_enemark_eng.

pdf.

Enemark, S., & McLaren, R. (2008). Preventing

Informal Development – through Means

of Sustainable Land Use Control.

Proceedings of FIG Working Week.

Stockholm: 14-19 June 2008. http://

www.fig.net/pub/fig2008/papers/ts08a/

ts08a_01_enemark_mclaren_2734.pdf.

Enemark, S. (2009). Land Administration Systems

– Managing Rights, Restrictions and

Responsibilities in Land. Map World

Forum. [Electronic resource], Mode of

access https://www.fig.net/organisation/

council/council_2007-2010/council_

members/enemark_papers/2009/

hyderabad_february_2009_paper.pdf.

Enemark, S., McLaren, R., & der Molen, P. V.

(2010). Land Governance in Support

of The Millineum Development Goals

A New Agenda for Land Professionals.

FIG Publication No.45. Coopenhagen:

International Federation of Surveyor.

Harsono, B. (1999). Sejarah Pembentukan Hukum

Agraria, Isi dan Pelaksanaannya, Jilid

I. Hukum Tanah Nasional, Jakarta:

Jambatan, Cetakan VIII.

Steiner, K., & Slaats, J. (1999). Sustainable Land

Management: Guideline for Impact

Monitoring-Tool Kit Module. Berne,

Switzerland: Centre for Development and

Environment.

Kuntana, M., Inna, J., & Giri, A.T. (2010). Tafsir MK

Atas Pasal 33 UUD 1945: (Studi Atas

Putusan MK Mengenai Judicial Review

UU No. 7/2004, UU No. 22/2001, dan UU

No. 20/2002). Jurnal Konstitusi.

Republik Indonesia. (1959). Undang-Undang Dasar

Republik Indonesia Tahun 1945.

Republik Indonesia. (1960). Undang-Undang

Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan

Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Republik Indonesia. (2001). TAP Nomor IX/

MPR/2001 tentang Pembaruan Agraria

dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.

Republik Indonesia. (2020a). Peraturan Presiden

Nomor 47 Tahun 2020 tentang

Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Republik Indonesia. (2020b). Peraturan Presiden

Nomor 48 Tahun 2020 tentang Badan

Pertanahan Nasional.

Republik Indonesia. (2020c). Peraturan Menteri

Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan

Pertanahan Nasional Nomor 27 Tahun

tentang Rencana Strategis

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/

Badan Pertanahan Nasional Tahun 2020-

Jakarta: Kementerian Agraria dan

Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah

Nomor 21 Tahun 2021 tentang

Penyelenggaraan Penataan Ruang.

Sandy, I. M. (1977). Penggunaan Tanah ( Land

Use ) di Indonesia : Publikasi No. 75

(recycle 2017ed.). Jakarta: Direktorat

Penatagunaan Tanah. Direktorat Jenderal

Penataan Agraria.

Tenrisau, A. (2019). Kebijakan Pengendalian

Pemanfaatan Ruang Melalui Penegakan

Hukum Pidana Pada Pelanggaran

Terhadap Rencana Tata Ruang

Dihubungkan Dengan Undang-Undang

Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan

Ruang. (Disertasi PhD), Universitas Islam

Bandung.

Ting, L. A. (2002). Principles for an Integrated Land

Administration to Support Sustainable

Development. PhD Thesis, Department of

Geomatics, The University of Melbourne.

UN-Habitat. 2015. Sustainable Development Goals.

Rio de Janeiro: UN-Habitat.

Williamson, I. P., Enemark, S., Wallace, J., &

Rajabifard, A. (2010). Land Administration

for Sustainable Development (1st ed.).

Redlands, California: ESRI Press

Downloads

Published

2021-11-29

How to Cite

Tenrisau, A. (2021). Landasan Pengelolaan Pertanahan dalam Sistem Penataan Agraria Berkelanjutan. Jurnal Pertanahan, 11(2). https://doi.org/10.53686/jp.v11i2.109