PEMBUATAN PETA TEMATIK DESA LENGKAP BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT

Authors

  • Hadi Arnowo Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Bogor

DOI:

https://doi.org/10.53686/jp.v10i2.16

Keywords:

Peta Dasar, Peta Bidang Tanah, Standar Teknis Pemetaan

Abstract

Karya tulis ilmiah ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen berupa tulisan ilmiah dan selanjutnya dianalisis secara teoritis dan empiris. Tujuan penelitian ini adalah pertama untuk mengidentifikasi alur pemanfaatan peta bidang tanah hasil kegiatan PTSL untuk pembuatan peta desa berbasis partisipasi masyarakat. Kedua adalah untuk mengidentifikasi tahapan pembuatan peta tematik wilayah desa berbasis partisipasi masyarakat. Manfaat dari tulisan ini adalah untuk memberi masukan mengenai pemanfaatan hasil PTSL untuk penyusunan informasi spasial wilayah desa dengan menggunakan metode pemetaan berbasis masyarakat. Penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan secara efektif apabila dilengkapi dengan informasi spasial terkait pembangunan desa secara lengkap dan akurat. Pembuatan informasi spasial wilayah desa berasal dari data tematik spasial dengan memanfaatkan peta bidang hasil kegiatan Pendaftaran Tanah Secara Lengkap (PTSL) sebagai peta kerja. Hasil dari analisis studi dokumen adalah peta dasar atau peta kerja dan peta bidang tanah hasil dari PTSL sangat tepat digunakan untuk pembuatan peta desa karena menunjukkan visualisasi secara detail. Penggunaan peta dasar adalah sebagi tempat plotting jenis data tematik desa yang berasal dari pengambilan data lapang maupun data sekunder. Sedangkan peta bidang yang berasal dari PTSL untuk plotting data terkait dengan status tanah. Pengambilan data lapang untuk tema tertentu dilakukan melalui partisipasi masyarakat agar informasi yang diperoleh lebih akurat. Proses pengambilan data spasial tertentu dibuat melalui pemetaan berbasis partisipasi masyarakat dengan standar teknis pemetaan. Standar teknis yang dimaksud meliputi metode pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian peta.

References

Aditya, T. (2010). Usability in Applying Participatory Mapping for Neighborhood Infrastructure Planning. Transactions in GIS 14 (2010), 119-147.

Ashari, B., Edial, H., & Febriandi. (2019). Pemetaan Partisipatif Pola Ruang (Studi Kasus Tanah Ulayat Suku Sikumbang Daatuak Sari Di

Masyarakat Hukum Adat Malalo Tigo Jurai Kabupaten Tanah Datar). Jurnal Buana, 3 (1), 196-204.

Baharuddin, Amri, U. (2020). PkM, Pemetaan Partisipatif Kawasan Ekowisata Mangrove Di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut Propinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Maritim, 1 (2), 59-67

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional. (2018). Dukung PTSL, Kementerian ATR/BPN Lakukan Pendaftaran Tanah Partisipatif Melalui PaLaR. https://www.atrbpn.go.id/Berita/Siaran-Pers/dukung-ptsl-kementerianatrbpn-lakukan-pendaftaran-tanahpartisipatif-melalui-palar-75864 Diakses tanggal 3 Oktober 2019.

Budisusanto, Y., Khomsin, Purwanti, R., Nurry M.F., A., & Widiastury, R. (2014). Pemetaan Partisipatif Batas Kelurahan Di Kecamatan

Sukolilo Kota Surabaya. Jurnal Geoid, 10 (1), 87-92

Hidayat, R. (2005). Seri Panduan Pemetaan Partisipatif, Garis Pergerakan: Bandung

Mayasari, W. S. (2016). Efektifitas Pemetaan Partisipatif Dan Studi Tenurial Untuk Mempertegas Aset Ruang Desa Studi Kasus: Ds. Sungai Batang-Kab. Ogan Komering Ilir. Jurnal Ilmiah Geomatika, 22 (1), 65-71

Mujiati. (2015). Peta P4T Hasil Pemetaan Partisipatif Sebagai Instrumen Identifikasi Tanah Absentee. Jurnal Bhumi, 1 (1), 59-68 Mustofa, F. C., Aditya, T., & Sutanta, H. (2018). Sistem Informasi Pertanahan Partisipatif Untuk Pemetaan Bidang Tanah. Majalah Ilmiah Globe, 20 (1), 1-12

Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap

Petunjuk Teknis Kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap Berbasis Partisipasi Masyarakat (PTSL+PM) Nomor 002/JUKNIS-300.UK.01.01/II/2019

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Rini, Derita, D., & Endayani, S. (2015). Pemetaan Tata Batas Secara Partisipatif Setelah Pemekaran Dengan Aplikasi Sistem Informasi Geografis Di Kelurahan Bugis Kecamatan Samarinda Kota. Jurnal Agrifor, 14 (1), 95-102

Sullivan-Wiley, K.A., Gianotti, A.G.S., Connors, J.P.C. (2019). Mapping Vulnerability: Opportunities and Limitations of Participatory Commnity Mapping. Applied Geography, 105 (2019), 47-57.

Sutisna, S. (2017). Manfaat Pemetaan Partisipatif. http://sahdisutisna.id/2017/03/10/manfaatpemetaan-partisipatif/ Diakses pada tanggal 4 Oktober 2019.

Tallo, A.J. (2016). Pemetaan Partisipatif, Solusi Pembangunan Desa Kerengas Secara Berkelanjutan. Seminar Nasional Peran Geospasial dalam Membingkai NKRI 2016: 139-148

Yen, B.T., Son, N.H., Tung, L.T., Arnjath-Babu, T.S., Sebastian, L. (2019). Development of Participatory Approach for Mapping Climate Risks and Adaptive Interventions (CS-Map) in Vietnam’s Mekong River Delta. Applied Geography, 24 (2019), 59-70

Downloads

Published

2021-05-18

How to Cite

Arnowo, H. (2021). PEMBUATAN PETA TEMATIK DESA LENGKAP BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT. Jurnal Pertanahan, 10(2). https://doi.org/10.53686/jp.v10i2.16