MENGHITUNG DAMPAK TANAH TERLANTAR TERHADAP POTENSI KERUGIAN EKONOMI DI INDONESIA

Authors

  • BENNY LALA SEMBIRING Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah
  • YOHANES N AGUNG WIBOWO Direktorat Jenderal Tata Ruang, Jakarta Selatan

DOI:

https://doi.org/10.53686/jp.v10i1.36

Keywords:

Tanah Terlantar, Potensi Kerugian Ekonomi, Perkebunan

Abstract

Tulisan ini secara khusus bertujuan untuk menghitung dampak dari tanah terlantar terhadap potensi kerugian ekonomi di
Indonesia. Kajian ini menggunakan metode deskriptif-kuantitatif dengan menganalisis dampak tanah terlantar yaitu tanah
dengan status Hak Guna Usaha (HGU) pada periode 2019 terhadap potensi kerugian ekonomi, yaitu nilai produk domestik
regional bruto di sektor perkebunan. Data tersebut diperoleh dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan
Nasional. Terdapat tanah HGU yang terindikasi terlantar seluas 1,2 juta Ha di tahun 2019 di seluruh Indonesia. Metode
kuantitatif dilakukan untuk menghitung dampak potensi kerugian ekonomi. Estimasi kami menunjukkan bahwa akibat dari
tanah terindikasi terlantar berpotensi terhadap kerugian nilai ekonomi sebesar 15,1 triliun rupiah dan kehilangan penyerapan
tenaga kerja lebih dari 400 ribu orang pada sektor perkebunan.

References

Badan Pusat Statistik. (2020). Provinsi Dalam Angka/

Region in Figures 2020. Jakarta, DKI:

Penulis. Diperoleh dari https://www.bps.

go.id/publication.html

Basis Data Tanah Terindikasi Terlantar, Direktorat

Penertiban dan Pendayagunaan Tanah

Terlantar, Direktorat Jenderal Pengendalian

Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan

Tanah, Kementerian ATR/BPN (2019).

Benayas, Jose & Martins, Ana. & Nicolau, Jose &

Schulz, Jennifer. (2007). Abandonment

of Agricultural Land: An Overview of

Drivers and Consequences. CAB Reviews

Perspectives in Agriculture Veterinery

Science Nutrition and Natural Resources.

10.1079/PAVSNNR20072057.

Baudry, Jacques. (1991). Ecological consequences

of grazing extensification and land

abandonment: Role of interactions between

environment, society and techniques.

Options Méditerranéennes. 15.

Coppola, A. (2004): An Economic Perspective on

Land Abandonment Processes. Working

paper No. 1/2004 presented at the

AVEC Workshop on “Effects of Land

Abandonment and Global Change on Plant

and Animal Communities”. Anacapri, Oct

–13, 2004.

Easterly, William (2001). The Middle Class Consensus

and Economic Development. Journal of Economic Growth. 6(4), 317-35.

Hatna, Erez and Bakker, Martha M. (2011).

Abandonment and Expansion of Arable

Land in Europe. Ecosystem Journals. 14:

-731.

Ismail, Fauzie Kamal (2013). Pendayagunaan Tanah

Negara Bekas Tanah Terlantar Melalui

Program Reformasi Agraria, Lex Jurnalica.

(2).

Keenleyside, C and Tucker, G M (2010) Farmland

Abandonment in the EU: an Assessment of

Trends and Prospects. Report prepared for

WWF. Institute for European Environmental

Policy, London.

Kementerian Pertanian. (2020). Buku Statistik

Ketenagakerjaan Sektor Pertanian Agustus

Jakarta, DKI: Penulis. Diakses dari

http://epublikasi.setjen.pertanian.go.id/

arsip-perstatistikan/164-statistik/statistiktenaga-

kerja-pertanian/651-buku-statistikketenaga-

kerjaan-sektor-pertanianagustus-

Limbong, Dayat (2017). Tanah Negara, Tanah

Terlantar dan Penertibannya, Jurnal

Mercatoria.10(1).

Mahruf (2013). Analisis Hapusnya HGU Berdasarkan

Surat Keputusan Penetapan Tanah

Terlantar dari BPN: Studi Kasus atas

Putusan Nomor: 25/G/2013/PTUN.JKT,

Jurnal Ilmu dan Budaya. 40(55).

Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional

Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010

Tentang Penertiban dan Pendayagunaan

Tanah Terlantar.

Purbo Nurcahyo, Rahmat & Manurung, Mandala.

(2013). Abandoned Plantation Land in

Sumatera: Causes Factors and Potential

Loss. Program Magister Perencanaan

dan Kebijakan Publik Fakultas Ekonomi

Universitas Indonesia.

Rodrik, Dani (2007). One Economics, many recipes:

Globalization, Institutions, and Economic

Growth. New Jersey: Princetown University

Press.

Russo, Danilo. (2007). Effects of Land Abandonment

on Animal Species in Europe: Conservation

and Management Implications.

Schumacher, E F (1973). Small Is Beautiful: Economics

As If People Mattered. New York: Harper &

Row.

Taylor, Henry Charles (1922). Agricutural Economics.

New York: The Macmillan Company.

Todaro, Michael P. and Smith, Stephen C. 2003.

Economic Development (11th Edition).

Boston: Pearson

Education.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960, tentang

Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria

Yuwono (2009). Tanah Terlantar, Menyalahi Fungsi

Sosial Tanah, Jurnal Sosial Humaniora.

(1).

Downloads

Published

2021-05-28

How to Cite

SEMBIRING, B. L., & WIBOWO, Y. N. A. . (2021). MENGHITUNG DAMPAK TANAH TERLANTAR TERHADAP POTENSI KERUGIAN EKONOMI DI INDONESIA. Jurnal Pertanahan, 10(1). https://doi.org/10.53686/jp.v10i1.36