Kesesuaian Penggunaan Lahan Terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pringsewu

Studi Kasus: Kecamatan Pringsewu, Kecamatan Ambarawa, dan Kecamatan Pagelaran

Authors

  • Andi Dermawan Lubis
  • Novia Arismawati Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
  • Wahyu Hidayat Pratama

DOI:

https://doi.org/10.53686/jp.v11i2.94

Keywords:

Penggunaan Lahan, Rencana Tata Ruang Wilayah, Kesesuaian, Kabupaten Pringsewu

Abstract

ABSTRAK

Penggunaan lahan perlu diatur dalam suatu sistem yang dapat memberikan manfaat sebesar-besar kemakmuran bagi
rakyat tanpa merusak fungsi lahan sebagai sumber kehidupan. Oleh karena itu, penggunaan lahan diarahkan agar dapat
dimanfaatkan dengan optimal secara berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat. Lingkup studi pada penelitian ini
adalah di Kabupaten Pringsewu dengan studi kasus di Kecamatan Pringsewu, Kecamatan Ambarawa, dan Kecamatan
Pagelaran. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi penggunaan lahan di Kabupaten Pringsewu terutama
terkait kesesuaian penggunaan lahan saat ini terhadap rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Pringsewu. Hal ini
berguna untuk mengetahui wilayah yang pembangunannya telah sesuai dengan arahan RTRW, wilayah yang berpotensi
untuk dikembangkan pembangunannya sesuai arahan RTRW, serta wilayah yang pembangunannya saat ini tidak sesuai
dengan RTRW. Metode analisis yang digunakan adalah dengan melakukan analisis spasial yaitu dengan melakukan overlay
antara peta penggunaan tanah saat ini dan peta rencana pola ruang RTRW Kabupaten Pringsewu Tahun 2011-2031. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa sebesar ± 11.015,21 ha lahan atau 86,95% dari luas wilayah studi pembangunannya telah
sesuai dengan arahan kebijakan RTRW, sebesar ± 994,3 ha atau 7,85% dari luas wilayah studi dapat dikembangkan sesuai
arahan, dan ± 659,52 ha atau 5,20% dari luas wilayah studi tidak sesuai dengan arahan RTRW.

Kata kunci : penggunaan lahan, pencana tata ruang wilayah, kesesuaian, Kabupaten Pringsewu


ABSTRACT
Land use needs to be regulated in a system that can provide the maximum benefit to the community without destroying the
function of land as a source of life. For this reason, land needs to be regulated and directed for its development so that it
can be used optimally for the community to obtain sustainable benefits for welfare. The scope of the study in this research
is in Pringsewu Regency with case studies in Pringsewu District, Ambarawa District, and Pagelaran District. This study aims
to describe the condition of land use in Pringsewu Regency, especially related to the existing land use of the Rencana Tata
Ruang Wilayah (RTRW). This study is used for knowing areas whose development is in accordance with the RTRW Directive,
areas that may be developed for development in accordance with the RTRW Directive, as well as areas whose current
development is not in accordance with the RTRW. The analytical method used is to perform a spatial analysis which is done
by overlaying the existing land use map with the spatial plan map of the Pringsewu Regency RTRW 2011-2031. The results
showed that ± 11,015.21 hectares or 86.95% of the area of the study area was in accordance with the RTRW Directive policy, ± 994.3 hectares or 7.85% of the study area could be developed according to the Directive, and ± 659.52 hectares or 5.20%
of the study area is not in accordance with the RTRW Directive.

Keywords : land use, spatial planning, suitability, Pringsewu Regency

References

Adisasmita, R. (2010). Pembangunan Kawasan dan

Tata Ruang. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Direktorat Pemetaan Tematik. (2012). Norma,

Standar, Pedoman, dan Kriteria Pembuatan

Peta Tematik Jawa, Bali, NTT. Badan

Pertanahan Nasional Republik Indonesia.

Jakarta.

Barlowe, R. (1978). Land Resources Economic, New

Jersey: Prentice-Hall Inc.

Bintarto. (1983). Interaksi Desa- Kota dan

Permasalahannya. Yogyakarta: Ghalia

Indonesia.

Budiharjo, E. (1997). Arsitektur Pembangunan dan

Konservasi, Jakarta: Penerbit Jambatan.

Chudori, A. (1999). Pengaruh Rencana Umum

Tata Ruang Kota Terhadap Perubahan

Penggunaan Tanah Sawah di Kota

Administratif Jember. [Skripsi]. Sekolah

Tinggi Pertanahan Nasional. Yogyakarta.

Fauzi, S. R., Basri, H., & Helmi. (2016). Kajian Alih

Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Non

Pertanian Di Kabupaten Bireuen. Jurnal

Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah,

(1):1-10.

Khadiyanto, P. (2005). Tata Ruang Berbasis Pada

Kesesuaian Lahan. Badan Penerbit

UNDIP, Semarang

McNeil J., Alves, D., Arizpe, R., Bykova, O., Galvin,

K., Kelmelis, J., Adholla, S.M., Morrisette,

P., Moss, R., Richards, J., Riebsame, W.,

Sadowski, F., Sanderson, S., Skole, D.,

Tarr, J., Williams, M., Yadav, S., Young,

S. (1998). Toward A Typology of And

Regionalization of Land Cover and Land

Use Change. Report of working group

B. Press Syndicate of The University of

Cambridge. Cambridge.

Prayitno, S. (2016). Sinkronisasi Tata Ruang Wilayah

dengan Program Pembangunan Kota

Bogor. [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian

Bogor.

Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar

Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Republik Indonesia. (1960). Undang-Undang

Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1960

tentang Ketentuan Dasar Pokok-Pokok

Agraria.

Republik Indonesia. (2004). Peraturan Pemerintah

Nomor 16 tahun 2004 tentang

Penatagunaan Tanah.

Republik Indonesia. (2007). Undang Undang nomor

tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Republik Indonesia. (2010). Peraturan Pemerintah

Nomor 15 tahun 2010 tentang

Penyelenggaraan Penataan Ruang.

Republik Indonesia. (2012). Peraturan Daerah

Kabupaten Pringsewu Nomor 12 Tahun

tentang Rencana Tata Ruang Wilayah

Kabupaten Pringsewu Tahun 2011-2031.

Sutaryono. (2007). Dinamika Penataan Ruang dan

Peluang Otonomi Daerah. Yogyakarta:

Tugu Jogja Grafika.

Setiadi, Arief F. (2006). Pemanfaatan Citra Satelit

Ikonos dan Sistem Informasi Geografi

untuk Pemantauan Pemetaaan Rencana

Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Surakarta

Bagian Selatan (Kasus Satuan Wilayah

Pengembangan I dan II. Tugas akhir.

Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.

Sadyohutomo, M. (2016). Tata Guna Tanah dan

Penyerasian Tata Ruang, Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Tarigan, Robinson. (2005). Perencanaan

Pembangunan Wilayah. Jakarta: Bumi

Aksara.

Downloads

Published

2021-11-29

How to Cite

Lubis, A. D., Arismawati, N., & Pratama, W. H. (2021). Kesesuaian Penggunaan Lahan Terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pringsewu: Studi Kasus: Kecamatan Pringsewu, Kecamatan Ambarawa, dan Kecamatan Pagelaran. Jurnal Pertanahan, 11(2). https://doi.org/10.53686/jp.v11i2.94